Islam

Ini Dia Batas Aurat Wanita Yang Wajib Diketahui

Batasan aurat wanita kerap kali menjadi persoalan dan tidak jarang pula menjadi bahan perdebatan. Ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama terkait batas aurat wanita ini. Penyebabnya adalah perbedaan penafsiran Quran Surat An Nur ayat 30 dan 31. Batasan aurat wanita ini juga akan dibedakan berdasarkan siapa yang melihatnya, apakah di depan suami, di depan laki-laki yang bukan muhrimnya hingga di hadapan sesama wanita, baik yang seagama ataupun tidak.

Agar dapat menutup aurat secara sempurna, kita bisa menggunakan busana muslim branded yang tidak membentuk lekuk tubuh yang dapat anda jumpai di beberapa Butik Busana Muslim. Sebelumnya, kita ketahui terlebih dulu batas-batas aurat wanita saat berada di hadapan orang lain.

getaranibu.wrodpress.com

Batas Aurat Wanita di Hadapan Sesama Wanita

 

Dikatakan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, aurat wanita di hadapan wanita lain ialah layaknya aurat laki-laki di hadapan laki-laki lainnya. Hal ini juga sesuai dengan pendapat para jumhur ulama. Aurat laki-laki di depan laki-laki lain ialah dari pusar hingga lutut. Telah dijelaskan pula dalam hadits yang diriwayatkan Jurhud al-Aslamiy bahwa Rasulullah duduk di antara mereka dan paha dari salah satu sahabatnya terbuka, kemudian berkatalah Rasulullah bahwa paha ialah bagian dari aurat.

Walau berada di depan wanita lain, ternyata bukan berarti seorang Muslimah dapat membuka bebas auratnya. Batas aurat wanita di hadapan wanita lain tetap ada. Rasulullah melarang tegas hal itu dalam sebuah hadist yang shahih. Dikatakan bahwa laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain sebagaimana wanita dilarang melihat aurat wanita lain. Disebutkan pula bahwa laki-laki tidak boleh berada di dalam satu selimut bersama laki-laki lain, sebagaimana halnya wanita bersama wanita lain dalam satu selimut. Larangan dalam hadist ini bersifat mutlak sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi. Hal ini terutama adalah larangan tidur bersama tanpa pemisah serta sentuhan bagian tubuh yang termasuk dalam aurat juga harus dihindari walaupun dilakukan oleh sesama wanita. Ibnu Qudamah dalam Al Mughni juga menguatkan pendapat terkait batasan aurat dari seorang wanita di depan wanita lain, yaitu dari pusar hingga lutut. Dijelaskan Ibnu Qudamah bahwa aurat wanita yang wajib ditutup di depan sesama wanita ialah sama dengan aurat laki-laki di hadapan sesama laki-laki.

 

Batas Aurat Wanita di Hadapan Wanita Non Muslim

 

Batas aurat wanita saat berada di hadapan wanita lain ialah antara pusar hingga lutut karena asumsi awalnya ialah syahwat takkan muncul sesama wanita. Akan tetapi, apabila dikhawatirkan akan muncul fitnah keji seperti tindakan penyuka sesama jenis, maka seorang wanita Muslimah harus tetap menutup auratnya di hadapan sesama wanita, seperti halnya menutup aurat di depan laki-laiki yang bukan muhrimnya. Dikatakan oleh Syekh Nasiruddin Al Albani bahwa aurat wanita di depan wanita Muslimah adalah bagian tubuh yang biasa diberi perhiasan seperti kepala, telinga, leher, bagian atas dada, hasta dan sedikit lengan atas, telapak kaki serta bagian bawah betis. Aurat wanita Muslimah di hadapan wanita non Muslimah sendiri akan berbeda. Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita Muslimah harus berhijab seperti ia berada di depan laki-laki non muhrim saat berada di depan wanita non Muslim. Berdasarkan tafsir dalam surah An Nur ayat 31, wanita non Muslim tidak termasuk dalam kalangan yang boleh melihat perhiasan wanita Muslimah. Maka, hukum di depan wanita non Muslim sama seperti di depan laki-laki non muhrim.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *